Rabu, 14 November 2012
Sampai jumpa
untuk selamanya, jangan pernah kembali ke dalam hidupku ini. Relakan ku pergi. Ku tahu kau bahagia bersamanya. Dan aku akan seperti ini sendiri dalam kesepian dan kesenanganku. Hanya bisa memutar pikira untuk mendapatkan apa yang bisa membuatmu bahagia tanpaku. Bersamanya akan membuatmu senang dan tak akan bersedih jika kamu apa adanya. Suatu tanda bahwa aku tak bisa dapatkanmu yang sungguh jauh dan mewah untukku. Tak ada balasan untukku tiap kali menghubungimu. Bukti tak ada harapan lagi untukku untuk mendapatkan hatimu. Tak akan ada lagi harapan juga untuk mendapatkan diriku sendiri. dan kini aku hanya aku.
Jumat, 09 November 2012
Sekali Kata Sayang
Sebelumnya saat itu aku belum pernah bertemu denganmu. Tidak ada seseorang yang hadir dalam hidupku dan memberi semangat hidup untukku. Datanglah engkau dalam mimpiku dan tersenyum menceriakan duniaku hingga kemudian akupun terbangun dan sadar bahwa engkaupun nyata berada disampingku. Akupun tak kuat untuk melontarkan beberapa pertanyaan kecil kepadamu. Dengan senyum kaupun menjawab dan membalas pertanyaan pertanyaanku dengan wajar. Semakin lama kitapun semakin akrab dan semakin dekat seperti teman lama. Akupun mulai mengenalmu dan kaupun juga mulai mengenalku. Dengan suasana yang tenang itu kaupun memanggilku secara wajar "mas" itulah kata ganti yang kau gunakan untuk memanggilku. Dan secara otomatis aku memanggilmu secara wajar "dik" untukmu. Seiring berjalannya waktu akupun mulai menyukaimu saat kau secara tidak sadar memanggilku dengan kata-kata yang masih belum pantas untukku "yang" itulah yang gunakan untuk memanggilku. Tapi apalah diriku ini yang tidak bisa ungkapkan rasa sukaku kepadamu. Mungkin aku adalah pecundang yang tidak berani berperang melawan cintamu. Dan aku lebih berani untuk hanya diam hingga kaupun merasa kamu mengerti aku mengerti kamu. XD
Senin, 05 November 2012
Cerita yang tertunda
Saat itu pukul 10 malam kamu hampiri diriku. Kaupun menangis dan terbata-bata menceritakan kisah sedihmu dan akupun tersentuh. Tanpa aku sadari kau sudah bersandar dibahuku dan mendekap tubuhku seakan sudah tak punya sandaran hidup lagi. Sungguh malang nasibmu yang telah mengakhiri permainan cintamu dengan kesedihan. Waktu itu kaupun tidak memperdulikan aku berbicara dan hanya berbicara sendiri sambil menangis tersedu-sedu. Dan akupun tau diri bahwa akupun bukan siapa-siapa untukmu karena tidak ada antara aku dan kamu. Dan yang kupunya adalah perasaan untuk selalu menghiburmu saat sedih dan mengingatkanmu saat kau senang. Dan akupun berjanji bahwa aku hidup untukmu dan aku mati tanpamu. Tidak lama kemudian kamupun terbangun sendiri dan sudah tidak ada lagi air mata yang menetes di pipimu. Dan akupun semakin sadar bahwa ada cintaku di hatiku yang terdalam. Sehingga membuatku memperhatikanmu diatas normal. Malam itu akupun bersama bintang menunggumu sampai kau terlelap dalam tidurmu . Dan sendiri lagi aku bermain-main teka teki yang kau berikan untukku yang tidak berharap akan harta dan semua dunia ini yang tidak aku bawa mati. Berandai andai menjadi raja negriku aku bermimpi telah menjadikanmu seorang ratu. Sehingga jika engkau sedih akupun bisa mengobati sedihmu. Akupun tak tau lagi karena aku bukan siapa siapa.
Langganan:
Postingan (Atom)