Senin, 05 November 2012
Cerita yang tertunda
Saat itu pukul 10 malam kamu hampiri diriku. Kaupun menangis dan terbata-bata menceritakan kisah sedihmu dan akupun tersentuh. Tanpa aku sadari kau sudah bersandar dibahuku dan mendekap tubuhku seakan sudah tak punya sandaran hidup lagi. Sungguh malang nasibmu yang telah mengakhiri permainan cintamu dengan kesedihan. Waktu itu kaupun tidak memperdulikan aku berbicara dan hanya berbicara sendiri sambil menangis tersedu-sedu. Dan akupun tau diri bahwa akupun bukan siapa-siapa untukmu karena tidak ada antara aku dan kamu. Dan yang kupunya adalah perasaan untuk selalu menghiburmu saat sedih dan mengingatkanmu saat kau senang. Dan akupun berjanji bahwa aku hidup untukmu dan aku mati tanpamu. Tidak lama kemudian kamupun terbangun sendiri dan sudah tidak ada lagi air mata yang menetes di pipimu. Dan akupun semakin sadar bahwa ada cintaku di hatiku yang terdalam. Sehingga membuatku memperhatikanmu diatas normal. Malam itu akupun bersama bintang menunggumu sampai kau terlelap dalam tidurmu . Dan sendiri lagi aku bermain-main teka teki yang kau berikan untukku yang tidak berharap akan harta dan semua dunia ini yang tidak aku bawa mati. Berandai andai menjadi raja negriku aku bermimpi telah menjadikanmu seorang ratu. Sehingga jika engkau sedih akupun bisa mengobati sedihmu. Akupun tak tau lagi karena aku bukan siapa siapa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar